Senin, 22 November 2010

ULTAH STSETIA PERTAMA

Ultah ke-1 ST Setia Kunjungi Makam Iman
Subhan Hardi/ Nopiyanti   
Jumat, 30 Juli 2010 17:24
ST Setia kunjungi makam Alm. Iman di Bandung/ foto-foto: Nopi TNOL ST Setia kunjungi makam Alm. Iman di Bandung/ foto-foto: Nopi TNOL JAKARTA terasa dingin pada Selasa 28 Juli lalu. Kondisi ini tidak seperti biasanya lantaran malam hari baru saja terguyur hujan. Meski begitu, tak menyurutkan fans-fans ST 12 yang tergabung dalam ST Setia merayakan ulang tahun pertama mereka yang berlangsung di Bandung. Tak ayal, ST Setia sudah kumpul pagi hari di Silang Monas. Mereka berasal dari Jakarta. Bahkan, ada yang dari Gresik dan Tegal sudah sampai subuh hari.
Sementara yang tinggal di sekitar Jabotabek berangkat dini hari sekali, termasuk ST Setia dari Parung, Bogor. Walau jarak mereka tidak terlalu jauh dari Jakarta, mereka berangkat  pukul 04.00 WIB dan tiba di Monas sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka hanya berempat, Ilham, Gutma, Jabar dan Edwin. Perjalanan mereka pun cukup unik karena sempat mengamen.
ST Setia ikut mendoakan...ST Setia ikut mendoakan...Bermodalkan sebuah gitar, mereka berempat membawakan lagu-lagu kepunyaan ST 12 berjudul Isabella, Saat Kau Jauh dan Terlalu. Mereka pun gratis naik bus umum jurusan Ciputat-Senen. Plus mendapatkan tambahan modal sebesarRp 14 ribu dari mengamen.
Mereka mengamen lantaran mengisi waktu perjalanan agar tak bosan. “Kami suka ST 12 karena lagu-lagunya enak dan benar-benar Metal alias melayu total,” imbuh Ilham kepada TNOL di Monas, Rabu (28/7).
ST Setia asyik bergitar...Mereka pun tak merasa lelah berangkat pagi hari demi ST 12. Sampai di Monas keempat pria ini juga terus menyanyikan lagu-lagu ST 12. Maklum jadwal berangkat pukul 08.00 WIB tertunda sekitar satu jam lebih.
Otomatis ST Setia memanfaatkan waktu dengan berbagai cara semisal ngobrol, duduk-duduk atau sekedar melantunkan lagu-lagu ST 12. Baik perempuan maupun pria menyatu menyanyikan lagu tersebut. Tak terasa seluruh anggota ST Setia telah berkumpul, mereka bersiap-siap menaiki bus. Sebelum naik bus tak lupa mengabadikan diri. Di bus barulah mereka berdoa dengan khusuk. Bus berangkat tepat pukul 08.35 WIB.
Bus keberangkatan....Bus keberangkatan....Suasana dalam bus sangat terasa sekali ST 12 lantaran mereka memutar album terbaru ST 12 bertajuk Pangeran Cinta. Lagu-lagu band yang digawangi Pepep di drum, Pepeng di gitar dan Charly van Houten pada vokal menemani perjalanan ST Setia. Puas mendengar lagu-lagu dari piringan CD, ST Setia tak lantas tertidur dalam bus. Padahal suasana bus sangat mendukung karena berpendingin udara. Tapi, mereka lebih memilih terus menyanyikan lagu-lagu ST 12.
Narsis dulu ah..!Narsis dulu ah..!Apalagi mereka memiliki dua buah gitar dan drum. Suasana bus semakin semarak dengan bunyi-bunyian itu. Belum lagi ST Setia mendendangkan lagu-lagu dengan penuh penghayatan bak berada di konser musik ST 12. Menurut Kordinator ST Setia Handayani Angelwitha atau biasa disapa Angel, sekitar ratusan ST Setia merayakan ulangtahun di Bandung. Dari Jakarta hampir 70 orang. Sisanya dari Bandung dan Samarinda langsung menuju lokasi.
ST Setia merayakan ulangtahun tidak berfoya-foya. Mereka merayakan dengan bakti sosial ke panti asuhan, mengunjungi Studio Kana tempat ST 12 latihan, silaturahmi ke keluarga mantan personil ST 12 Iman Rush yang telah meninggal di Semarang pada 22 Oktober 2005 lalu. Kemudian bersama keluarga almarhum ST Setia ziarah ke makam almarhum Iman.
“Seharusnya kami merayakan pada 16 Juli lalu. Berhubung jadwal ST 12 padat, perayaan sempat mengalami beberapa penundaan. Baru pada 28 Juli ini terlaksana,” ucap Angel.
Akibat penundaan beberapa anggota ST Setia membatalkan keikutsertaan mereka. Meski demikian tak mengurangi keramaian ulangtahun. Dalam merayakan ulangtahun, ST Setia mengumpulkan dana secara sukarela. Dana digunakan untuk bakti sosial ke Panti Asuhan Bayi Sehat di Bandung. Angel berharap di ulangtahun pertama ST Setia selalu kompak dan tiap-tiap daerah memiliki agenda seperti ini.
Kunjungi Makam
ST Setia menapaki jalan menuju makam...ST Setia menapaki jalan menuju makam...Tak terasa perjalanan ke Bandung sudah mendekati lokasi. ST Setia langsung menuju kediaman almarhum Iman di desa Ciburial, RT 01/06 No. 15, Dago Pakar, Bandung. Mereka disambut Ibunda dan adik almarhum Iman, Hj. Apin dan Koni. Sebagai kordinator Angel terlebih dahulu menyalami keluarga almarhum. Selanjutnya di susul anggota ST Setia. Satu per satu mereka menyalami Ibunda dan adik almarhum.
Nomor rumah alm. Iman di Desa Ciburial Bandung...Nomor rumah alm. Iman di Desa Ciburial Bandung...Hj. Apin dan Koni sangat berterimakasih atas perhatian dan kunjungan ST Setia. Mereka juga menceritakan bagaimana sosok Iman. Di mata mereka Iman adalah seorang yang pandai bermain gitar. Almarhum Iman senang bermain gitar sejak sekolah. Ia juga kerap menciptakan lagu. Bila menciptakan lagu, almarhum bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Almarhum sering membuat lagu ditempat sepi atau di saung rumahnya. Maklum rumah Iman tak jauh dari aliran sungai.
Selain itu, almarhum sering main di studio milik Pepep. Disanalah almarhum mengenal Charly dan Pepeng. Kemudian mereka membuat band ST 12. ST 12 pun menelurkan album pertama bertajuk Jalan Terbaik. Album mendapat sambutan baik dari masyarakat. ST 12 mendapat berbagai tawaran manggung ke daerah-daerah. Saking banyaknya manggung membuat kondisi almarhum tidak kuat sehingga pembuluh darahnya pecah. Almarhum meninggal di Semarang pada 20 Oktober 2005 silam.
Angel Ketua ST Setia (kiri) bertemu Ibunda dan keluarga Alm. Iman...Angel Ketua ST Setia (kiri) bertemu Ibunda dan keluarga Alm. Iman...“Kakak meninggal setelah tiga tahun ayah meninggal,” ujar Koni.
Walau almarhum telah tiada, keluarga tetap menyimpan barang-barang yang berhubungan dengan almarhum. Mulai dari foto-foto sejak kecil, sekolah sampai menjadi personil ST 12. Bahkan, keluarga tetap menyimpan rapi poster ST 12 yang masih terdapat foto almarhum. Usai melihat-lihat, ST Setia melanjutkan perjalanan ke pemakaman almarhum. Pemakaman tak jauh dari kediaman almarhum sehingga ST Setia bersama keluarga menyusuri jalan setapak.
Menuju ke makam cukup unik lantaran medannya naik dan turun. Disamping itu, melintasi rumah-rumah penduduk dan hutan kecil. Pemakaman almarhum berada agak ke dalam. Disisi kiri terdapat pemakaman lain. Selama perjalanan suasana benar-benar sejuk dan nyaman. ST Setia pun melingkari makam, lalu dengan hikmat ST Setia berdoa dipimpin Hj. Kursinah Kadir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar