Jumat, 26 November 2010

Lagu Charly Ratusan Juta Rupiah

Seiring dengan menanjaknya popularitas ST 12, nama vokalis grup band tersebut, Charlie juga laris manis sebagai pencipta lagu. Banyak penyanyi ternama yang antri untuk mendapatkan lagunya. Lagu ciptaan Charlie pun tak murah. Satu lagunya mencapai ratusan juta rupiah.


"Iya, benar. Sekitar segitulah. Tapi itu bukan berarti gimana-gimana ya," kata Charlie saat ditemui di FX Plaza, Jakarta, belum lama ini.

Pria asal Cirebon ini mengatakan agar berita tersebut jangan terlalu dibesar-besarkan. Meski sudah menjadi pencipta lagu yang laku dengan harga yang mahal, Charlie tak langsung jumawa alias sombong. Dia mengaku tak ada yang berubah dalam dirinya.

Tak hanya itu, ayah satu anak ini juga tak pilih-pilih artis dalam membawakan lagunya. Semua penyanyi yang meminta dibuatkan lagunya diterima dengan baik oleh Charlie.

Dia juga tak merasa hebat meski namanya disejajarkan dengan nama pencipta lagu yang lebih senior darinya seperti Dewiq, Melly Goeslaw dan Ahmad Dhani.

"Itu bukan berarti aku hebat. Aku mau mengalir saja dengan karir aku. Biar orang yang menghargainya," ucapnya merendah.

Sejumlah penyanyi telah membawakan lagu ciptaannya. Bahkan, Krisdayanti yang menyandang predikat diva dan juga Siti Nurhalizah yang menjadi diva di Malaysia tak mau kalah dengan penyanyi lainnya yang telah membawakan lagu ciptaan Charlie.

KD dan Siti duet tertantang untuk membawakan lagu Charlie berjudul 'Kehilanganmu'. Lantas, berapakah harga lagu yang dibawakan dua penyanyi terkenal tersebut?

"Waduh, tanya manajemen saja deh. Mereka yang mengurus soal itu. Emang buat apa sih," ujar pemilik nama Charlie Van Houten ini sambil tertawa. (pet){stsetia/febririfki
READ MORE - Lagu Charly Ratusan Juta Rupiah

Pangeran Cinta

Akhirnya ST12 merilis album ketiga mereka, pada tanggal 17 Mei 2010. Launching Album terbaru ST12 yang diberi label "PANGERAN CINTA" akan disiarkan oleh RCTI langsung dari ANCOL. Jadi, bersiap-siap saja untuk mendapatkan kejutan dari ST12.


Untuk 50.000 pembeli CD asli PANGERAN CINTA akan mendaptkan emblem keren Pangeran Cinta ST12. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING ST12 - Album Pangeran Hati 2010 agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya. Jangan mengaku STSETIA kalau hanya bisa mendownload secara ilegal:

List Album Pangeran Cinta ST12 :

01. Terlalu
02. Setiaku
03. Aku Padamu
04. Dunia Pasti Berputar
05. Pangeran Cinta
06. Masa Kecil
07. Lady Sky
08. Aku Terjatuh
09. Anugerah Cinta
10. I Love You
11. Sayyidina
12. Sebuah Kenyataan
READ MORE - Pangeran Cinta

PROFIL PEPENG

PEPENG { GITARIS }
Nama lengkap : Dedy Sudrajad.
Tanggal lahir : Pria lahir 9 Mei 1978 Bandung
Kebiasaaan : bercita cita menjadi Pemain Sepak Bola.Orang tua Solihin & {alm}Oningsih juga menginginkan Pepeng menjadi Pemain Sepak Bola.Setiap......



Pagi Pepeng tidak lupa membaca koran/tabloid Bola.Dan tidak lupa juga menyempatkan diri untuk bermain Ps Winning Eleven.Setiap hari libur supaya Pepeng kondisi nya bugar sering bermain Futsal,billiar & Bulu Tangkis.Gagal menjadi Atlet namun profisi menjadi Musisi cukup menyenangkan.
Pepeng sering mengisi Waktu luang senang berjalan-jalan ke moll sambil mencari sepatu baru.Malam nya ai menonton film terbaru di Bioskop.BIP21 Bandung.Pepeng juga tak pernah meninggalkan sholat 5 waktu.
Usaha : Pria ini mempunyai usaha kos-kosan.

Pepeng, Bekas Gitaris Band Gagal

Bukan baru kemarin sore Pepeng terjun ke dunia musik. Udah belasan tahun cowok bernama lengkap Dedy Sudrajat ini manggung dari kafe ke kafe. Dan bukan cuma bareng satu band, tapi banyak. Mungkin karena ngerasa belum terlalu sreg, anak ke 11 dari 11 bersaudara ini beberapa kali gonta ganti band sejak SMP. Tapi seperti diakuinya "kebanyakan sih band-band proyek gagal. Hehehe."

Selepas SMA, Pepeng membentuk sebuah band bareng Pepep (drummer ST12). Band yang punya nama Oliv ini sempat merilis satu album di tahun 1996, tapi setelah itu nggak ada kabarnya lagi. Pepeng dan Pepep pun akhirnya berpisah dan membentuk band masing-masing, sebelum akhirnya Pepep membentuk ST12 dan mengajak Pepeng untuk gabung.

Bermula dari pertemanan di bangku SMP dengan seorang teman yang jago main gitar, cowok kelahiran Bandung, 9 Mei 1978 ini jadi tertarik ikut belajar main gitar. Setelah sempat otodidak dengan memborong beberapa buku chord gitar, akhirnya orang tuanya mendaftarkan Pepeng ke sebuah kursus privat gitar.

Merasa udah cukup jago, pemakai Fender Stratocaster ini pun rajin mengikuti berbagai fertival band di Bandung. Dan ternyata hasilnya nggak malu-maluin, dia sempat menyabet penghargaan sebagai Best Guitarist di sebuah festival band SMA.

Main gitar bukan satu-satunya keahlian pengagum Richie Sambora, Joe Satriani, dan Andra Ramadhan ini. Diam-diam Pepeng juga jago dalam hal tarik suara. Kemampuannya berolah vokal ini dibuktikan di album-album ST12, di mana dia juga ikut menyumbang suara sebagai vokal latar.{STSeta/febririfki}

FOTO PEPENG:























READ MORE - PROFIL PEPENG

PROFIL PEPEP

PEPEP {DRUMS}
Nama lengkap
: Ilham Febry.
Tanggal lahir : Pria kelahiran 9 Februari 1982 Bandung
Kebiasaaan : berhobi Memasak.Pepep juga mempunyai usaha Studio Rekaman,Latihan,Rental Soundsystem.Selain Hobi Memasak juga hobi memelihara berbagai jenis burung & anjing.menurut Pepep memelihara Hewan dapat menghilangkan STRES.Setiap Bangun Pagi Putra Darmi & Helmy menyempatkan membaca koran.Lulusan S1 Ekonomi Unpar ini suka mebaca buku rohani milik Drs Dyayadi berjudul MENGAPA SAYA MASUK ISLAM.Ada 1kebiasaan Unik Pepep kala menjelang sore,yaitu.....

suka memasak di dapur,Mengapa?ternyata Pepep mempunyai keahlian Memasak.Setelah matang Mimi{pacar Pepep}lah yang menjadi orang pertama mencicipi masakan Pepep.Sebelum Tidur Pepep selalu memutar lagu-lagu Band & Penyanyi luar Negeri seperti Deep Purple,Coldplay,BonJovi,Muse & Toto.Selama waktu Liburan Pepep suka Menyempatkan Renang & Trade Mil merupakan olahraga kesenangan Pepep.
Usaha; pria ini juga mempunyai usaha Studio Rekaman,Latihan,Rental Soundsystem.


Pepep, Si Murid Abadi

Berawal dari les piano yang diikutinya sejak kelas 2 SD, cowok bernama asli Ilham Febri ini mulai ketagihan mempelajari hal lain. Dia sempat mencoba bidang tarik suara dan jadi anggota Bina Vokalia selama satu tahun, sampai akhirnya tertarik pada perkusi. Inilah yang akhirnya membuat Pepep memutuskan untuk jadi drummer hingga saat ini.

Menurut cowok kelahiran Jember, 9 Ferbruari 1982 ini, bermain drum adalah sebuah tantangan, karena alat musik ini nggak punya notasi.

"Tapi dia penting banget dalam struktur sebuah lagu, karena dari drum-lah beat-beat itu dihasilkan," kata Pepep.

Fasih megang berbagai alat musik membuat pengguna setia drum DW Collectar dan Tama Star Classic ini jadi hobi mengaransemen lagu.

"Kira-kira sejak SMP lah, kalo lagi nganggur pasti kerjaannya ngulik-ngulik lagu. Bikin melodinya dulu pake keyboard atau gitar, terus masukin bassnya, baru masukin beat-nya," sambung Pepep.

Orang yang punya andil besar dalam memperkenalkan Pepep dengan dunia musik adalah ayahnya, (alm.) Helmy Azis. Sang ayah yang bekerja di PJKA ini sehari-harinya memang hobi nyanyi dan main gitar. Bahkan, beliau juga lah yang mengusulkan nama ST12 sebagai nama band Pepep dkk.

Tapi Pepep ternyata bukan cuma ketagihan sekolah musik. Setelah lulus dari jurusan Akuntansi di Universitas Parahyangan Bandung, anak ke-4 dari 4 bersaudara ini langsung mendaftarkan diri di sebuah sekolah enterpreneur. Tahun berikutnya, dia mengambil jurusan Public Speaking selama satu tahun, dilanjutkan dengan sekolah Sound Engineering untuk membantu bisnis studionya di Bandung.

Hebatnya, kegiatannya manggung dari kafe ke kafe semasa kuliah sama sekali nggak mengganggu studinya. Semua sekolah yang dia masuki berhasil diselesaikan dengan baik, dan di waktu yang bersamaan prestasinya di bidang musik juga mulai menuai sukses. Sebelum membentuk ST12, cowok yang mengidolakan Stewart Capeland ini sempat merilis satu album dengan band lamanya, Oliv.

Pepeng memang sadar bahwa dia nggak bisa selamanya menggantungkan hidup cuma dari musik. Makanya dia buka usaha studio rekaman, studio latihan, rental instrumen dan sound, serta Event Organizer, di rumahnya di Bandung. Alumni SMA BPI Bandung ini juga sempat mengajar di sebuah sekolah musik, tapi terpaksa distop karena jadwalnya di ST12 udah semakin padat.

Yang jelas, di sela-sela kesibukannya bareng ST12 dan mengurus bisnisnya yang seabreg itu, Pepep mengaku nggak pernah berhenti cari ilmu. Nggak harus dari sekolah, karena bisa juga dari pengalaman.

"Kalo nggak mau belajar, ya nggak akan pinter." tutupnya. Setuju, Pep.{STSetia/febririfki}

FOTO PEPEP:















Today, there have been 17 visits (43 hits) on this p
READ MORE - PROFIL PEPEP

PROFIL CHARLY

CHARLY {VOCALIS}
Nama lengkap: Moch.Charly van houten
Tanggal lahir : Pria Lahir 5 November 1981
Kebiasaan: Ia tak pernah luput dari Gitar.Charly selalu membawa Gitar nya kemana pun,ntah ketika tidur,hang out,sarapan,bahkan mau masuk kamar mandi.Untuk sarapan Pagi Charly selalu memakan Roti,agar stamina saat bernyanyi diatas Panggung.........


Kalau Libur,Charly selalu menghabiskan waktu bersama pacarnya dipegunungan/lesehan.menurut Charly,ia bisa sukses berkat kedua Orang Tuanya Soegendri & Toethe Hartika.Tanpa dukungan ke2 Ortu mungkin bisa tak seperti Cekarang.Ada satu Hobi Charly yang Unik.Rupanya Lulusan Fakultas Seni Musik Universitas Pasundan ini sering mengisengi para personel ST12.
Saat temannya sedang Bermain Ps Charly suka mencabut stop kontak Tv/mematikan Tv,sampai temannya pada jengkel.Charly juga sering mengambil makanan buatan Pepep.Akibatnya para temanya hanya bisa mengigit jari karena makanan yang dihidangkan sudah habis dilahap Charly.
Usaha : Pria ni mempunyai usaha Conter Hp.

Charly, Dari Jalanan Ke Atas Panggung

Wajar aja kalau keluarganya nggak ngelarang waktu Charly memutuskan buat merantau ke Bandung untuk jadi musisi. Selain karena dianggap punya bakat yang memadai, Charly juga datang dari keluarga dengan darah musik yang kental.

Neneknya yang tinggal di Cirebon adalah sinden wayang yang cukup terkenal di daerahnya dan masih aktif sampai saat ini. Sedangkan uwaknya adalah seorang pemusik dangdut, yang pertama kali mengenalkannya pada dunia musik.

Cowok bernama asli Muhammad Charly Van Houtten ini awalnya tertarik untuk jadi gitaris, gara-gara uwaknya yang musisi itu pernah memberinya hadiah berupa gitar. Gitar kesayangannya itu lalu dia bawa kemana-mana sebagai instrumen membuat lagu. Nggak disangka-sangka, ternyata banyak orang yang bilang suara Charly cukup merdu untuk jadi seorang vokalis. Akhirnya sejak tahun 1998, saat mulai manggung dari kafe ke kafe bareng teman-temannya, Charly dipercaya untuk memegang posisi vokal.

Buat cowok kelahiran Cirebon, 5 November 1982 ini, musik bukan cuma sekedar hobi, tapi juga tujuan hidup. Ini yang jadi alasan utamanya hijrah ke Bandung dari Cirebon di tahun 2000, yaitu untuk mengambil kuliah jurusan seni musik di Universitas Pasundan Bandung.

Selama di Bandung, Charly mengaku nggak pernah punya tempat tingggal. Biasanya dia menginap di rumah teman atau di studio musik tempatnya latihan. Sedangkan untuk membeli makan, dia terpaksa mengamen di perempatan jalan Dago.

Untungnya perjuangan ini nggak sia-sia, karena pengagum Al Jarreau dan Armand Maulana ini berhasil menelurkan satu album bareng sebuah band bernama Afterclose, sebelum akhirnya ditarik bergabung oleh ST12.

Perannya di ST12 cukup penting, karena hampir semua lirik lagu band ini adalah ciptaan Charly. Bahkan, cowok yang menulis lagu sejak kelas 1 SMP ini sekarang mulai mencoba-coba membuat lagu untuk dinyanyikan artis lain. Pingkan Mambo dan Aris Idol adalah beberapa di antaranya.

Mengenai Aris, Charly punya alasan sendiri untuk kagum pada salah satu peserta Indonesian Idol itu.

"Waktu itu di salah satu episode Idol, Aris sempat bawain lagu ST12 yang judulnya Rasa Yang Tertinggal. Jujur aja aku sempat nangis liatnya, dia bawain lagu itu dengan bagus banget. Dan ternyata latar belakang Aris juga nggak jauh sama aku, dia dulunya pengamen juga. Jadi aku salut lah sama dia, mudah-mudahan aja dia nggak patah semangat," kata Charly.{Stsetia/febririfki}

FOTO CHARLY:


























READ MORE - PROFIL CHARLY

Senin, 22 November 2010

SEJARAH ST12


Satu lagi grup band asal kota kembang Bandung menyemarakan belantika musik Indonesia. ST12, grup yang terdiri dari 4 personil, Pepep (Drum), Iman Rush (Guitar), Pepeng (Guitar), dan Charly Van Houtten s(Vokalis) ini dibentuk sejak Januari 2005 lalu.

Grup yang bermimpi untuk menjadi band papan atas itu mengusung jenis musik pop alternatif. "Kami menganggap jenis musik ini akan lebih mudah didengar, easy listening. Dan pendengar pun tampaknya lebih memilih untuk mendengarkan lagu-lagu seperti itu," ungkap Pepep mewakili teman-temannya.

Untuk menambah kualitas pada album perdana yang berjudul Aku Tak Sanggup Lagi, mereka melibatkan musisi Indra Utopia sebagai pengisi bass dan kang Iman GAIA untuk mengisi keyboard.

Awalnya grup band ini diprakarsai oleh Pepep dan Iman Rush. Pepep yang sebelumnya pernah tergabung dalam Oliv Band mengajak Pepeng, temannya yang sama-sama pernah tergabung dalam grup Oliv Band.

Ternyata jalan mereka tetap tidak semulus seperti yang dibayangkan. Ketiga pria ini merasa kesulitan untuk mendapatkan seorang vokalis yang memiliki kriteria suara yang sesuai dengan keinginan mereka. Maka sebuah audisi pun dilakukan. Saat audisi, ketiganya dipertemukan dengan Carly Van Houttens. "Charly memiliki karakter suara yang bagus dan cukup kuat. Selain itu dia memiliki latar belakang sebagai pengajar vokal. Jadi, tampaknya tidak sulit bagi dia untuk membawakan lagu saat audisi berlangsung," papar Pepep.

Tidak berbeda dengan grup-grup band yang sedang naik daun sekarang ini, lagu-lagu mereka pun kebanyakan bertema tentang cinta. "Cinta sifatnya lebih fleksibel. Lebih universal. Bisa dinikmati oleh siapa saja, muda dan tua. Dan tema-tema seperti inilah yang akan terus laku di pasaran," tambah Pepep.

Nama ST12 sendiri diambil dari nama jalan, Stasiun Timur No 12, yang merupakan lokasi studio tempat mereka kumpul. Di studio tersebutlah, keempat orang pemuda ini kerap kali berkumpul dan mengasah kemampuan mereka dalam bermusik. "Studio ini memang sering dijadikan tempat mangkal oleh teman-teman musisi lain, baik yang yunior, maupun senior di Bandung," jelas Pepep mengenai sejarah berdirinya ST12.

READ MORE - SEJARAH ST12

ULTAH STSETIA PERTAMA

Ultah ke-1 ST Setia Kunjungi Makam Iman
Subhan Hardi/ Nopiyanti   
Jumat, 30 Juli 2010 17:24
ST Setia kunjungi makam Alm. Iman di Bandung/ foto-foto: Nopi TNOL ST Setia kunjungi makam Alm. Iman di Bandung/ foto-foto: Nopi TNOL JAKARTA terasa dingin pada Selasa 28 Juli lalu. Kondisi ini tidak seperti biasanya lantaran malam hari baru saja terguyur hujan. Meski begitu, tak menyurutkan fans-fans ST 12 yang tergabung dalam ST Setia merayakan ulang tahun pertama mereka yang berlangsung di Bandung. Tak ayal, ST Setia sudah kumpul pagi hari di Silang Monas. Mereka berasal dari Jakarta. Bahkan, ada yang dari Gresik dan Tegal sudah sampai subuh hari.
Sementara yang tinggal di sekitar Jabotabek berangkat dini hari sekali, termasuk ST Setia dari Parung, Bogor. Walau jarak mereka tidak terlalu jauh dari Jakarta, mereka berangkat  pukul 04.00 WIB dan tiba di Monas sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka hanya berempat, Ilham, Gutma, Jabar dan Edwin. Perjalanan mereka pun cukup unik karena sempat mengamen.
ST Setia ikut mendoakan...ST Setia ikut mendoakan...Bermodalkan sebuah gitar, mereka berempat membawakan lagu-lagu kepunyaan ST 12 berjudul Isabella, Saat Kau Jauh dan Terlalu. Mereka pun gratis naik bus umum jurusan Ciputat-Senen. Plus mendapatkan tambahan modal sebesarRp 14 ribu dari mengamen.
Mereka mengamen lantaran mengisi waktu perjalanan agar tak bosan. “Kami suka ST 12 karena lagu-lagunya enak dan benar-benar Metal alias melayu total,” imbuh Ilham kepada TNOL di Monas, Rabu (28/7).
ST Setia asyik bergitar...Mereka pun tak merasa lelah berangkat pagi hari demi ST 12. Sampai di Monas keempat pria ini juga terus menyanyikan lagu-lagu ST 12. Maklum jadwal berangkat pukul 08.00 WIB tertunda sekitar satu jam lebih.
Otomatis ST Setia memanfaatkan waktu dengan berbagai cara semisal ngobrol, duduk-duduk atau sekedar melantunkan lagu-lagu ST 12. Baik perempuan maupun pria menyatu menyanyikan lagu tersebut. Tak terasa seluruh anggota ST Setia telah berkumpul, mereka bersiap-siap menaiki bus. Sebelum naik bus tak lupa mengabadikan diri. Di bus barulah mereka berdoa dengan khusuk. Bus berangkat tepat pukul 08.35 WIB.
Bus keberangkatan....Bus keberangkatan....Suasana dalam bus sangat terasa sekali ST 12 lantaran mereka memutar album terbaru ST 12 bertajuk Pangeran Cinta. Lagu-lagu band yang digawangi Pepep di drum, Pepeng di gitar dan Charly van Houten pada vokal menemani perjalanan ST Setia. Puas mendengar lagu-lagu dari piringan CD, ST Setia tak lantas tertidur dalam bus. Padahal suasana bus sangat mendukung karena berpendingin udara. Tapi, mereka lebih memilih terus menyanyikan lagu-lagu ST 12.
Narsis dulu ah..!Narsis dulu ah..!Apalagi mereka memiliki dua buah gitar dan drum. Suasana bus semakin semarak dengan bunyi-bunyian itu. Belum lagi ST Setia mendendangkan lagu-lagu dengan penuh penghayatan bak berada di konser musik ST 12. Menurut Kordinator ST Setia Handayani Angelwitha atau biasa disapa Angel, sekitar ratusan ST Setia merayakan ulangtahun di Bandung. Dari Jakarta hampir 70 orang. Sisanya dari Bandung dan Samarinda langsung menuju lokasi.
ST Setia merayakan ulangtahun tidak berfoya-foya. Mereka merayakan dengan bakti sosial ke panti asuhan, mengunjungi Studio Kana tempat ST 12 latihan, silaturahmi ke keluarga mantan personil ST 12 Iman Rush yang telah meninggal di Semarang pada 22 Oktober 2005 lalu. Kemudian bersama keluarga almarhum ST Setia ziarah ke makam almarhum Iman.
“Seharusnya kami merayakan pada 16 Juli lalu. Berhubung jadwal ST 12 padat, perayaan sempat mengalami beberapa penundaan. Baru pada 28 Juli ini terlaksana,” ucap Angel.
Akibat penundaan beberapa anggota ST Setia membatalkan keikutsertaan mereka. Meski demikian tak mengurangi keramaian ulangtahun. Dalam merayakan ulangtahun, ST Setia mengumpulkan dana secara sukarela. Dana digunakan untuk bakti sosial ke Panti Asuhan Bayi Sehat di Bandung. Angel berharap di ulangtahun pertama ST Setia selalu kompak dan tiap-tiap daerah memiliki agenda seperti ini.
Kunjungi Makam
ST Setia menapaki jalan menuju makam...ST Setia menapaki jalan menuju makam...Tak terasa perjalanan ke Bandung sudah mendekati lokasi. ST Setia langsung menuju kediaman almarhum Iman di desa Ciburial, RT 01/06 No. 15, Dago Pakar, Bandung. Mereka disambut Ibunda dan adik almarhum Iman, Hj. Apin dan Koni. Sebagai kordinator Angel terlebih dahulu menyalami keluarga almarhum. Selanjutnya di susul anggota ST Setia. Satu per satu mereka menyalami Ibunda dan adik almarhum.
Nomor rumah alm. Iman di Desa Ciburial Bandung...Nomor rumah alm. Iman di Desa Ciburial Bandung...Hj. Apin dan Koni sangat berterimakasih atas perhatian dan kunjungan ST Setia. Mereka juga menceritakan bagaimana sosok Iman. Di mata mereka Iman adalah seorang yang pandai bermain gitar. Almarhum Iman senang bermain gitar sejak sekolah. Ia juga kerap menciptakan lagu. Bila menciptakan lagu, almarhum bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Almarhum sering membuat lagu ditempat sepi atau di saung rumahnya. Maklum rumah Iman tak jauh dari aliran sungai.
Selain itu, almarhum sering main di studio milik Pepep. Disanalah almarhum mengenal Charly dan Pepeng. Kemudian mereka membuat band ST 12. ST 12 pun menelurkan album pertama bertajuk Jalan Terbaik. Album mendapat sambutan baik dari masyarakat. ST 12 mendapat berbagai tawaran manggung ke daerah-daerah. Saking banyaknya manggung membuat kondisi almarhum tidak kuat sehingga pembuluh darahnya pecah. Almarhum meninggal di Semarang pada 20 Oktober 2005 silam.
Angel Ketua ST Setia (kiri) bertemu Ibunda dan keluarga Alm. Iman...Angel Ketua ST Setia (kiri) bertemu Ibunda dan keluarga Alm. Iman...“Kakak meninggal setelah tiga tahun ayah meninggal,” ujar Koni.
Walau almarhum telah tiada, keluarga tetap menyimpan barang-barang yang berhubungan dengan almarhum. Mulai dari foto-foto sejak kecil, sekolah sampai menjadi personil ST 12. Bahkan, keluarga tetap menyimpan rapi poster ST 12 yang masih terdapat foto almarhum. Usai melihat-lihat, ST Setia melanjutkan perjalanan ke pemakaman almarhum. Pemakaman tak jauh dari kediaman almarhum sehingga ST Setia bersama keluarga menyusuri jalan setapak.
Menuju ke makam cukup unik lantaran medannya naik dan turun. Disamping itu, melintasi rumah-rumah penduduk dan hutan kecil. Pemakaman almarhum berada agak ke dalam. Disisi kiri terdapat pemakaman lain. Selama perjalanan suasana benar-benar sejuk dan nyaman. ST Setia pun melingkari makam, lalu dengan hikmat ST Setia berdoa dipimpin Hj. Kursinah Kadir.
READ MORE - ULTAH STSETIA PERTAMA